Industri ekstraktif kini menghadapi tekanan besar untuk menyelaraskan target ekonomi dengan standar keberlanjutan global. Ketimpangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan sering kali memicu konflik agraria serta degradasi ekosistem yang luas.
Ahmad Zazali (PURAKA) menekankan bahwa kepatuhan hukum dan transparansi tata kelola menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan ini. Tanpa pengawasan ketat, aktivitas ekstraktif berisiko mengorbankan hak-hak masyarakat lokal dan merusak daya dukung lingkungan secara permanen. PURAKA mendorong pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat audit lingkungan serta mekanisme resolusi konflik guna menciptakan industri yang lebih adil dan berkelanjutan.
Masa depan industri ini bergantung pada kemampuan para pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan nilai sosial ke dalam setiap kebijakan operasional di lapangan.
